MK Tangani 260 Sengketa Pileg

MK Tangani 260 Sengketa Pileg – Ada 260 masalah perselisihan Pileg 2019 yang akan disidangkan Mahkamah Konstitusi (MK). MK menyebutkan sebagian besar masalah terkait dengan pengurangan suara.

“Terbanyak pengurangan suara hampir 70 %,” kata juru bicara MK Fajar Laksono di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019).

Tidak hanya pengurang suara, Fajar menyebutkan ada pula yang terkait pelanggaran TSM (tersusun, sistematis, serta masif), penggelembungan suara, sampai netralitas PNS. Keseluruhan ada 11 kelompok alasan dari pemohon.

“Jika disaksikan dari sisi permintaannya jika dipetakan ada 11 alasan, ada pengurangan suara, ada penggelembungan suara , ada pelanggaran TSM, ada pula masalah pelanggaran etik yang dikerjakan penyelenggaraan pemilu, ada masalah netralitas PNS dan sebagainya. Itu yang tergambar di permintaan pemohon,” ucapnya.

Sidang pertama yang beragendakan kontrol pendahuluan akan diadakan sepanjang 4 hari ke depan. Fajar menerangkan seterusnya persidangan akan diteruskan dengan jawaban termohon, kontrol pakar serta pembuktian. Sidang pembacaan keputusan gagasan dikerjakan pada 6-9 Agustus 2019.

“Kemudian peluang buat MK untuk RPH (rapat permusyawarahan hakim) pemungutan ketetapan untuk disampaikan kelak di antara tanggal 6-9 Agustus 2019, mudah-mudah tanggal 9 itu selesai,” ucapnya.

Semenjak pagi barusan, MK mengadakan sidang pertama tuntutan perselisihan Pileg 2019. Sidang itu beragendakan kontrol pendahuluan. Sidang diadakan jadi 3 panel yang terdiri terpisah. Sidang mulai jam 08.00 WIB. Sampai sekarang masih ada sidang yang berjalan.