Home / Berita Umum / Pasang Foto Jokowi Mumi, Wanita Jadi Tersangka

Pasang Foto Jokowi Mumi, Wanita Jadi Tersangka

Pasang Foto Jokowi Mumi, Wanita Jadi Tersangka – Account Aida Konveksi, seseorang entrepreneur asal Blitar mengejek Presiden Joko Widodo jadi mumi. Diluar itu, pemilik ‘Butik Malang’ mengejek pakaian kebesaran Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Posting itu menyiarkan gambar mumi wajahnya Presiden Jokowi. Dengan caption The New Firaun. Posting ini jadi viral waktu IG info_seputaran_blitar mempublikasikannya ini hari. Account ini minta barisan Polresta Blitar tindak tegas pelakunya.

IG info_seputaran_ blitar tuliskan telah mengingatkan yang berkaitan. Tetapi Aida Konveksi justru memblok wa admin info_seputaran_blitar. Polisi dari Polresta Blitar juga bergerak cepat.

Pemilik account dicheck polisi dengan maraton. Diakuinya sudah menebar gambar kiriman yang berada di berandanya. Polisi punyai waktu 24 jam untuk memastikan status hukum sang pemilik account itu. Pengamatan detikcom, pemilik Butik Malang di Blitar, ini terlihat dibarengi suaminya. Polisi akui Aida koorperatif sepanjang proses kontrol.

Di muka polisi, wanita berjilbab syari itu menangis serta akui akunnya mengejek Jokowi mumi hilang. “Saya minta maaf ya pak. Saya minta jangan ditahan. Anak saya sakit pak, saya rawat sendiri di dalam rumah saat ini. Bagaimana mereka jika saya ditahan,” tuturnya di celah isak tangis.

Account Aida konveksi nista Jokowi Mumi serta pakaian hakim MK/Account Aida konveksi nista Jokowi Mumi serta pakaian hakim MK.

Aida akui waktu mempublikasikan gambar kiriman di berandanya, banyak telephone yang masuk. Beberapa temannya memperingatkan selekasnya meniadakan posting itu. Tetapi Aida tidak menghiraukannya.

“Ada pula yang meneror ingin memberikan laporan ke polisi. Tetapi semenjak tempo hari, saya tidak dapat buka account saya sendiri,” paparnya.

Sesaat Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar akui masalah ini berkaitan sangkaan pelanggaran undang-undang info serta transaksi elektronik.

“Kami punyai waktu sepanjang 24 jam untuk memastikan statusnya,” kata Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar pada wartawan di mapolresta.

Sesudah hasil kontrol akan dikerjakan gelar masalah. Bila cukup bukti, faksinya akan tingkatkan status hukumnya. Bila disaksikan dari posting itu apa pemilik account Aida konveksi memang simpatisan Prabowo-Sandi, kapolres memperjelas kontrol konsentrasi pada motif penebaran content itu.

“Kami tidak mengecek itu. Kami konsentrasi dahulu pada motif penebaran content yang memiliki kandungan faktor sara itu. Bila memang dapat dibuktikan, pemilik account terancam UU ITE di atas lima tahun penjara. Atau denda Rp 1 miliar,” pungkasnya.

About penulis77