Home / Berita Umum / Tengkorak Manusia Ditemukan di Banyuwangi, Kemungkinan Meninggal Lebih dari 2 Bulan

Tengkorak Manusia Ditemukan di Banyuwangi, Kemungkinan Meninggal Lebih dari 2 Bulan

Tengkorak Manusia Ditemukan di Banyuwangi, Kemungkinan Meninggal Lebih dari 2 Bulan – Suatu tengkorak manusia diketemukan di belakang pabrik kertas, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi. Tengkorak kepala manusia itu diketemukan oleh pencari ikan di lebih kurang sungai di belakang pabrik kertas yg jaya tahun 1980-an itu.

Polisi langsung mengevakuasi tengkorak itu ke RSUD Blambangan buat dilaksanakan pengecekan. Tengkorak itu diketemukan di sungai belakang pabrik itu. Tengkorak itu diketemukan penduduk yg tengah mencari ikan, Selasa malam (12/2) .

Penemuan itu lantas dilaporkan ke polisi. Team identifikasi dari Polres Banyuwangi langsung ketujuan area buat mengevakuasi tengkorak itu.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Prathista Wijaya membetulkan ada penemuan tengkorak itu. Tetapi dirinya sendiri belumlah juga dapat berikan keterangan lebih dalam berkenaan penemuan itu. Pihaknya tetap mengerjakan pelacakan berkenaan penemuan tengkorak.

” Kami tetap mengerjakan pengumpulan bukti-bukti. Sesaat ada juga yg kami sebar ke banyak perkampungan. Lantaran tempatnya lumayan jauh dari perkampungan, ” papar Panji kala dihubungi, Rabu (13/2/2019) .

Sesaat kala dilakukan konfirmasi terpisah, dokter bedah RSUD Blambangan dr Solakhudin menjelaskan, hasil dari pengecekan diyakinkan tengkorak itu merupakan tengkorak manusia.

Menurut dia, tengkorak itu sudahlah tidak komplet, lantaran rahang bawahnya sudahlah tidak ada. Dari kondisinya, peluang badan manusia pemilik tengkorak itu udah wafat lebih dari dua bulan.

Perihal umurnya, Solakhudin menyebutkan, dari banyaknya gigi yg udah komplet, dapat diartikan yg terkait udah dewasa atau berusia diatas 30 tahun. Tidak hanya itu, didukung dengan garis pertemuan tulang tengkorak kanan serta kiri udah tutup yg pertanda udah dewasa.

” Dikarenakan jaringan yg berada pada tengkorak itu sudahlah tidak ada. Bila tanda-tanda tengkoraknya saya lebih cenderung laki laki, ” terangnya.

Perihal yang menimbulkan terpisahnya kepala itu dari badannya, Solakhudin mengemukakan, sukar buat menemukan yang menimbulkan terpisahnya kepala itu. Dikarenakan, jaringan seperti otot yg berada pada leher sudahlah tidak ada semua. Bila jaringan sudahlah tidak ada semua tulang tengkorak udah terlepas.

” Jadi kita tak dapat menyimpiulkan lepasnya kepala itu apa lantaran proses pembusukan atau yg beda lantaran jaringannya udah hilang semua, ” tegasnya.

About penulis